Jumat, 19 Januari 2018

pena

diantara alasan aku mencari pena
adalah kamu
tiap kali rindu aku selalu
menyampaikan di coretan tanganku
aku tau mas
tidak ada yang sampai di tanganmu
tapi percayalah mas
doa doa itu masih tetap tentangmu
trimakasih untuk waktu - waktu luangmu
atau pesan pesan di sepertiga malammu
" absen yuk" katamu
"bentar lagi" balasku
"jangan lama-lama nanti ketiduran lagi" selamu

kita selalu saja di percakapan singkat
tapi bukankan Rosul kita adalah pribadi yang seperti itu
sedikit sekali bicara tapi penuh makna

aku merindumu mas
di obrolan obrolan diluar namaku dan namamu
yang berhasil menghadirkan tawa kita

cepat pulang mas
aku ingin arabika dan robusta racikanmu


Kamis, 18 Januari 2018

bromo

bromo terdiri dari ribuan pujian hamba - hamba pada tuhanya
pun tidak
angin yang menerbangkan setiap kesedihan mereka yang datang 
wangi bunga yang mendatangkan kebahagiaan
ataupun embun yang membawamu pada dingin yang menawan
gumpalan kabut yang membuang semua kalut
serta ketenangan 

SECANGKIR TEH

Sore itu
di pertemuan pertama kita
kau bilang
" aku punya banyak jenis teh,kamu mau yang mana?"

aku tersenyum
sungguh mas aku tidak tahu harus berkata apa
hingga suaramu memecah lamunanku
" yaudah vanila aja ya" katamu
"gulanya dikit" kataku
" iya kan udah manis" imbuhmu
tawa kita pecah seketika 

kau tau mas
itu cangkir teh pertama yang aku suka
karna aku percaya ben di filosofi kopinya
" setiap yang dibuat dengan rasa pasti punya nyawa"

seperti secangkir teh buatanmu  yang semakin manis oleh senyumu.